Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Pelaksanaan Dalam Budidaya Kapulaga atau Kapol


Sebelum anda baca artikel ini mungkin anda juga tertarik untuk baca-baca dulu saya tentang review budidaya Kapulaga disini: Budidaya Kapulaga dan Syarat Tumbuh Tanaman Kapulaga atau Kapol

Oke, kalau sudah anda buka link tersebut, sekarang kita lanjutkan..

Penyediaan Bibit Kapulaga
Penyediaan bibit kapulaga umumnya diperbanyak dengan anakan atau tunas baru atau percabangan rizoma yang membentuk tunas.
Bibit yang baik adalah tunas yang tingginya lebih kurang 50 cm dengan akar rizoma yang muda dan mata tunasnya banyak, rizoma yang sudah tua pertumbuhannya kurang baik.

Pengolahan Tanah Untuk Budidaya Kapulaga
Pengolahan tanah dilakukan pada bulan September-Oktober dengna membersihkan tanah dari batu, rumput-rumputan/gulma dan sisa tanaman lainnya. Pencangkulan tanah dilakukan sedalam kurang lebih 30 cm. Persiapan lobang tanam dilakukan sebulan sebelum penanaman dengan terlebih dahulu dibuat lobang tanam dengan ukuran panjang 50 cm dan dalamnya 40 cm. Sebaiknya 15 hari setelah pembuatan lobang, tanah dikembalikan lagi ke dalam lobang, sebelumnya tanah dicampur dulu dengan pupuk kandang secukupnya.

Penanaman Kapulaga
Untuk penanaman, sebaiknya dibuatkan penaung. Penaung ditanam sebelum penanaman kapulaga sehingga pada saat tanam, penaung telah berfungsi dengan baik. Jenis tumbuhan penaung diantaranya adalah: Lamtoro, dadap dan sebagainya dengan perbandingan 1 : 2 (1 penaung - 2 kapulaga).

Waktu Tanam Kapulaga
Waktu tanam yang baik yaitu awal hujan, sekitar bulan Oktober-Desember. Caranya: bila tanah olahan atau lobang tanam telah tersedia dan bibit telah disiapkan, kemudian buat lobang kecil, letakkan bibit sedalam 10-15 cm. Tanah di sekitarnya dipadatkan atau ditimbun dengan memperhatikan tunas agar tidak sampai terganggu (terluka atau patah). Jarak tanam untuk kapulaga bisa digunakan 1m x 1,5m atau 1m x 2m dan juga bisa 1,5m x 2m.

Pemeliharaan Kapulaga
Dalam pemeliharaan kapulaga, beberapa pekerjaan penting yang harus dilakukan antara lain: penyiangan rumput atau pengendalian gulma, penggemburan diluar rumpun untuk merangsang perumbuhan anakan rimpang sehingga bisa tumbuh lebih baik, pemotongan daun kering untuk tidak menghalangi penyerbukan bunga, pemotongan batang yang sudah agak tua atau menguning untuk memberi kesempatan batang muda tumbuh dengan baik, pengaturan anakan agar tidak tumpang tindih dan untuk merangsang pertumbuhan bunga atau buah juga untuk mengurangi penguapan pada musim kemarau serta untuk mendapatkan anakan atau bibit baru.

Di masa pemeliharaan ini, yang tidak kalah pentingnya juga pemberian mulsa berupa bahan organik dari jenis tanaman leguminosa. Untuk lebih meningkatkan mutu maka perlu dilakukan pemupukan mengingat tanaman kapulaga termasuk rakus akan unsur hara, sehingga pemupukan sangat diperlukan terutama sekali pupuk organik dan pupuk buatan. Adapun cara dan jumlah pupuk yang diberikan adalah berdasarkan masa pertumbuhan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan). Untuk ini pupuk organik diberikan pada saat pengolahan tanah, dan pada saat penggemburan diluar rumpun sebanyak 1-1,5 kg pupuk kandang, pemupukan berikutnya setiap 3 bulan sekali.

Sedangkan untuk pupuk buatan diberikan pada umur 1 bulan sebanyak 1 sendok makan pupuk urea dan diulang pada umur 3 bulan dengan 1 sendok pupuk urea disebar diluar rumpun atau disemprotkan pada daun. Bagi tanaman kapulaga yang sudah menghasilkan, pupuk kandang diberikan sebanyak 10- 5 kg setiap rumpun dan pemberian selanjutnya disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan.

Pupuk buatan diberikan 10-12,5 gram berupa Urea dan TSP. Pupuk ini diberikan diluar rumpun pada batas perakaran dengan membuat selokan kecil, kemudian ditutup dengan tanah dan disiram seperlunya.
Kapulaga sebagaimana tumbuhan lain, juga tidak terhindar dari penyakit. Hama yang biasa menyerang kapulaga adalah berupa kutu, ulat pemakan daun, penggerek akar rimpang, penggerek batang, penggerek buah dan kumbang pamakan daun.

Pemberantasannya bisa dilakukan dengan mempergunakan berbagai insektisida yang dijual di pasaran bebas. Untuk penyakit yang menyerang biasanya penyakit busuk (Mozaik) yang disebabkan oleh virus. Cara pengendalian yang efektif adalah dengan membuang tanaman yang terserang dan menanam tanaman baru yang berasal dari pembibitan asal biji.

Pemanenan Kapulaga
Kapulaga dapat memberikan hasil setelah berumur 2-3 tahun. Kapulaga berbuah sepanjang tahun sehingga untuk pemanenan ini tidak menentu. Dalam pemanenan kapulaga dikenal istilah panen besar 4 kali dan panen kecil 4 kali yang berlangsung dalam 1 tahun secara berselang-seling. Tanaman dapat dipergunakan sampai umur 10-15 tahun. Hasil panen per hektar bisa mencapai 2-3 ton buah kering per tahun dan ini berlaku untuk tanaman yang sudah berumur belasan tahun.

Adapun syarat-syarat pemanenan kapulaga adalah: Buah harus dipanen sebelum benar-benar matang, bila dipanen terlalu matang atau kering, buah akan pecah dan warnanya juga kurang bagus. Waktu panen yang tepat adalah jika buah sudah berwarna hijau kekuning-kuningan. Cara panen yaitu dengan memotong karangan bunga dibawah dompolan buah. Buah yang sudah dipanen kemudian dijemur sampai kering, sebaiknya jangan terkena sinar matahari langsung atau dikering anginkan.

Tambahan:
Budidaya kapulaga yang ditanam dengan menggunakan penaung sangat baik karena rimpang akan berproduksi dengan optimal. Dan dalam Budidaya Kapulaga sebaiknya harus memperhatikan kesuburan tanah agar dapat berproduksi dengan baik. Semoga bermanfaat...

Baca juga:
{[['']]}

Budidaya Kapulaga dan Syarat Tumbuh Tanaman Kapulaga atau Kapol


Tanaman Kapulogo atau Kapulaga atau kalau di daerah sunda biasa disebut 'Kapol' yang dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan Elletria Cardamomum merupakan salah satu diantara tanaman rempah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berprospek cerah mengingat kapulaga sebagai bahan "obat alami" diyakini tidak mempunyai efek samping dibanding dengan menggunakan obat kimiawi.
Selain itu, dalam pembudidayaannya tanaman ini pun tidak memerlukan lahan tersendiri, dalam arti tumbuh di bawah naungan tanaman lain sebagai tanaman sela atau tanaman tumpangsari. Hasil berupa buah jika sudah kering mempnyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Buah kering kapulaga disamping sebagai bahan jamu, juga diambil minyak atsirinya untuk bahan penyedap atau pengharum makanan, minuman dan sebagai bahan baku atau campuran di dalam industri parfum.

Sistem pola tanam yang dapat diterapkan dalam pengembangan tanaman kapulaga adalah sistem pola tanam pekarangan dan pola tanam perkebunan. Dengan adanya pola tanam terpadu maka dapat diharapkan penghasilan petani meningkat disamping itu juga dapat meningkatkan produktivitas lahan perkebunan dan konservasi. Beranjak dari kapulaga yang relatif mudah dibudidayakan dan bisa dipanen 4 kali dalam setahun, maka hal tersebut telah banyak menarik minat petani untuk membudidayakannya.


Syarat Tumbuh Tanaman Kapulaga / Kapol
Tanah yang cocok untuk ditanami kapulaga adalah tanah lempung yang berwarna coklat, memiliki humus tebal dan berdrainase baik. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air, tanah yang memiliki topografi rata sampai miring dapat ditanami tanaman ini. Di lahan yang berlereng curam, rumpun tanaman yang terbentuk akan berfungsi mengurangi atau menghambat aliran air permukaan yang berlebihan sehingga erosi permukaan dapat ditekan.

Sedangkan untuk iklim, tanaman kapulaga menghendaki kelembaban udara cukup tinggi yaitu 40-75%, dengan curah hujan berkisar antara 2.500-4000 milimeter per tahun. Suhu harian rata-rata darah tempat tumbuh tanaman kapulaga adalah berkisar antara 20 - 30 derajat celcius, dengan intensitas cahaya terbaik bagi pertumbuhan tanaman berkisar antara 30 - 70%. Kelebihan lain dari tanaman kapulaga adalah dapat tumbuh baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Sementara itu untuk memperoleh hasil yang terbaik, ketinggian pada 300 - 500 meter dari permukaan air laut merupakan daerah budidaya yang paling tepat. Untuk pelaksanaan penanaman nya silahkan anda baca disini: Pelaksanaan Dalam Budidaya Kapulaga atau Kapol
{[['']]}

The Layers of Earth

Based on the research, the earth has three layers, namely as follows:

  • CRUST EARTH (lithosphere)
Lithosphere that taste is a hard layer at the topmost layer of the earth. When compared with other layers, the innermost layer of the lithosphere is thin, cold and hard. On the land surface, its thickness reaches 30-70 km, whereas in oceanic and volcanic areas can be decreased up to 50-10 km. This layer covers the surface of the earth for approximately 1% of the volume of the earth






  • EARTH'S MANTLE
This layer is between the earth's crust and the core of the earth, with a thickness of approximately 2,900 km. This layer consists of two parts, the lower mantle and upper mantle.
Another name the upper mantle is the asthenosphere, which consists of a viscous fluid and heat (magma). This layer is a section that looks like melted plastic, its thickness is about 100-200 km.





The diameter of the globe about 12,746 km.
Contained in the mantle magma over the earth contains iron, magnesium and calcium are more than those in the outer skin of the earth. surface temperature of the magma in the earth's core is close to 4000 Degrees Celsius. Due to the Earth's mantle is very hot, then the movement becomes slow.

  • EARTH'S CORE
The core layer at the center of the globe consists of two layers, the outer core and inner core. The core layer at a depth of 2900-6370 km. The thickness of the outer core about 2,200 km and is composed of liquid iron and nickel. The temperature in this layer can reach 4500 Degrees Celsius. Meanwhile, at the core of its thickness reaches 1250 km. In this layer the temperature can rise to more than 6,000 Degrees Celsius. Although it has cooled for 4.5 billion years, the core is still hot. This is what affects the earth's magnetic field.

{[['']]}

Snake


Snakes are reptiles that long bodied, lean, and scaly. This not-legged animals, but can move faster than humans, both in the bushes or on the ground surface is not flat. Rapid movement of a snake that is caused by belly scales that stick and the right foot in a place that does not mean or rude. However, the snake can not move on slippery surfaces, like glass.
Clearly, the snake does not have hands, no legs, no ears, and her eyes were lidded. Snake eyes covered by scales only nodes that can not be moved.
Snake deaf because they do not have holes and the eardrum. However, the snake is able to receive vibrations from outside. This is caused "Jacobson's organ" that serves as the sense of smell and taste.
The workings of this organ is assisted by a snake's tongue is often the stick out of the muzzle. The tongue serves to capture the excitement. Once the tongue is pulled into the muzzle, the stimulation is channeled through the gland to the "Jacobson's Organ".
The snake is a vertebrate. Snake has approximately 150 to 430 vertebrae, depending on the species. The body consists of a snake skeleton, ribs, and spine.
{[['']]}

Earth

What do you know about the Earth? How does the process of its formation? And of course there are many questions that inevitably come out in your mind is curious about the knowledge about the Earth. Well, here, at Blog Suwanditea, I'll try to explain bit by bit. Hopefully you'll get answers to the questions that exist in your mind about the knowledge about Earth.
Once upon a time, 13.7 billion years ago, the universe was created through a dense explosion of energy that gathered at a point. The effect of this explosion still ongoing and widespread. This explosion is called "Big Bang". Everything began to take shape through the blast. When there is the Big Bang, a cloud of gas and dust spread to all directions and start spinning, then forming galaxies.
Earth was formed through this explosion. The cloud of gas and dust that rotates rapidly becoming increasingly smaller, and then into a form that consists of a liquid by half. in this event, the earth is shaped like a ball that spins very fast and contain stones Basar very hot, then its surface to cool, dry and hard. Due to the earth temperature decreases, the vapor becomes depressed and turns into water droplets, then fell into a heavy rain and into the origin of the ocean.
Earth is the third order (3) in terms of distance to the sun and is the only planet in which there is life. The average distance between the earth and the sun is 150 million km. This distance is the most suitable conditions as a condition of life. Orbit around the earth to the sun is about 940 million km. Earth moves in its orbit with a speed of 108,000 km / h or 30 km / sec.
{[['']]}
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lokakita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger